BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG PT.MAYORA INDAH TBK.
PT Mayora Indah Tbk (IDX: MYOR) atau Mayora Group
adalah salah satu kelompok bisnis produk konsumen di Indonesia, yang didirikan
pada tanggal 17 Februari 1977. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek
Jakarta sejak tangga l4 Juli 1990. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya
dimiliki oleh PT Unita Branindo sebanyak 32,93%. PT. Mayora Indah Tbk didirikan
dengan akta No. 204 tanggal 17 Februari 1977 dari notaris Poppy Savitri
Parmanto SH. Sebagai pengganti dari notaris Ridwan Suselo SH. Akta pendirian ini
telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. Y.A.5/5/14 tanggal 3 januari 1978 dan telah didaftarkan
pada Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tangerang No. 2/ PNTNG/1978 tanggal
10 januari 1978. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan yang terakhir dengan akta notaris Adam Kasdarmadji SH. No. 448
tanggal 27 Juni 1997, antara lain mengenai maksud dan tujuan perusahaan. Akta
perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-620.HT.01.04.TH98 tanggal 6 Pebruari
1998.
Perusahaan
berdomisili di Tangerang dengan pabrik berlokasi di tangerang dan Bekasi kantor
Pusat Perusahaan berlokasi di Gedung Mayora, Jl. Tomang Raya No. 21-23,
Jakarta. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar perusahaan ruang lingkup kegiatan
perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang industri,perdagangan serta
agen atau perwakilan. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan
Mei 1978. jumlah karyawan perusahaan dan anak perusahaan hingga saat ini
sebanyak 5300 karyawan. Didukung oleh jarring distribusi yang kuat, produk PT
Mayora Indah Tbk tidak hanya ada di Indonesia namun juga dapat kita jumpai di
Negara seberang lautan seperti Malaysia, Thailand, Philiphines, Vietnam,
Singapore, Hong Kong, Saudi Arabia, Australia, Africa, America dan Italy.
PT
Mayora Indah Tbk di memiliki 9 lini produk, yaitu :
1.
Biskuit : Roma, Better, Slai O Lai, dan Danisa
2.
Permen : Kopiko, Kis, Tamarin, dan Plonk
3.
Wafer : Beng Beng, Astor, dan Roma
4.
Coklat : Choki Choki dan Danisa
5.
Health Food : Energen
6.
Kopi : Torabika
7.
Bubur : Super Bubur
8.
Mi instan : Mi Gelas
9.
Minuman : Vitazone
Berikut ini adalah sejarah perkembangan perusahaan
dari tahun ke tahun :
1978 :
Tahun 1978 PT Mayota Indah Tbk didirikan dan mulai mengkomersialkan produknya
dengan produksi utama biskuit yang berlokasi di Tangerang.
1990
: PT Mayora Indah Tbk mulai menjual
saham kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go public melalui pasar
perdana (IPO) sebagai berhasil dengan berdirinya beberapa pabrik di Tangerang,Bekasi dan Surabaya.
1995
: Dengan dukungan jaringan
distribusi yang kuat dan luas. Produk PT Mayora Indah Tbk sudah dapat diperoleh
diseluruh Indonesia dan belahan Negara seperti Malaysia, Philipina, Arab Saudi,
Amerika, Thailand, Vietnam, Singapore, Hongkong, Australia hingga Afrika.
1997
: Perusahaan terakhir kali merubah
Anggaran dasar Perubahan berupa Maksud dan Tujuan perusahaan untuk lebih
memperjelas kinerja perusahaan dan menarik investor.
2003
: Memperoleh penghargaan peringkat
pertama dalam produk makanan dan minuman (food and beverages) sebagai jajaran
manajemen terbaik di Indonesia “top five managed companies in Indonesia” oleh
Asia Money.
2004
: PT Mayora Indah Tbk kembali diberi
penghargaan sebagai Produsen produk halal terbaik oleh Majelis Ulama Islam
(MUI).
2007
: Untuk meningkatkan kinerja
keuangan perusahaan maka PT Mayora Indah Tbk mengikat akad kredit selama 5
tahun untuk pembelian mesin-mesin baru.
2010
: Setelah melalui krisis yang
terjadi di Indonesia, PT Mayora Indah Tbk tetap menaikan pangsa pasar.
Perseroan berencana memperkuat Kapasitasnya sebesar 20% per tahun dalam 4 tahun
ke depan. Target tersebut berpotensi menumbuhkan rata-rata laba perseroan
sebesar 28% per tahun. Rencana itu memperkuat profil pendapatan perseroan yang
telah tumbuh 24% dalam 1 dekade terakhir. Satu-satunya risiko mayor yang harus
diantisipasi hanyalah persoalan biaya produksi, terutama naiknya harga bahan
mentah, seperti gula dan minyak sawit. Kedua bahan baku ini menyumbang 55%
terhadap beban pokok penjualan (cost of good sold/COGS).
Download Makalah Pengantar Manajemen
mam posting tugas pengantar manajemen donk :D
ReplyDelete